Sabtu, 28 Maret 2015

Manusia dan Cinta Kasih



Cinta adalah perasaan (rasa) suka terhadap makhluk hidup (manusia). Sedangkan kasih adalah perasaan kasih atau belas kasih terhadap makhluk hidup (manusia). 

Cinta Menurut Ajaran Agama

Ada yang berpendapat bahwa etika cinta sangat mudah dipahami apabila tidak dikaitkan dengan agama. Dalam kehidupan, cinta menampakan diri dalam bentuk apapun. Terkadang seseorang mencintai dirinya sendiri dan orang lain. Atau keluarga, harta, Allah dan Rasul/Berbagai bentuk cinta dapat kita dapatkan dalam kitab suci Al-Quran.
·         Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri untuk tetap hidup, mengembangkan potensi diri dan mengaktualisasikan dirinya. Jadi ia mencintai sesuatu yang membuat dirinya menjadi lebih baik. Dan sebaliknya dia akan membenci sesuatu yang membuat hidupnya sedih atau terancam mara bahaya. Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri, kecenderungan untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindarkan segala sesuatu yang membahayakan dirinya
·         Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian, ketentraman serta keharmonisan dengan orang lain, setiap manusia harus menghilangkan sifat egois atau ingin menang sendiri dan juga membatasi rasa cintanya kepada diri sendiri. Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka terhadap diri sendiri.
·         Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekera dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara suami dan istri. Karna ini merupakan emosi alamiah dalam siri manusia yang tidak dilingkari, tidak ditentang ataupun ditekan. Tapi di Islam hubungan ini hanya boleh dilakukan secara sah yaitu melalui “perkawinan”.
·         Cinta Kebapakan
Cinta kepabakan bukan merupakan dorongan fisiologis seperti dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Karna, anak dan ayah tidak terjamin dengan ikatan-ikatan fisiologis.
·         Cinta Kepada ALLAH
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja, tetapi juga dalam tindakan dan tingkah lakunya, semua tingkah laku dan tindakan ditujukan kepada Allah.

Kasih Sayang
 
Kasih sayang adalah faktor yang paling penting dalam kehidupan karna setiap orang ingin diperhatikan baik dari keluarga ataupun orang-orang dilingkungan sekitar orang itu bersosialisasi. Apabila manusia hidup tanpa mendapatkan kasih sayang dapat mengganggu perkembangan psikis orang tersebut. Manusia akan merasakan kekeringan apabila hidup tanpa kasih sayang.

Jadi, Cinta Kasih dapat diartikan suatu perasaan manusia yang berdasar pada ketertarikan antar makhluk hidup (manusia) dengan didasari pula rasa belas kasih. Victor Hago menyimpulkan, “mati tanpa cinta sama halnya dengan mati dengan penuh dosa”. Dan Erich Fromm dalam bukunya menyebutkan, “cinta itu yang paling utama adalah memberi, bukan menerima. Yang paling penting dalam memberi adalah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan material. Yang merupakan ungkapan paling tinggi dari kemampuan”. Cinta dapat berlangsung sesaat, tetapi rasa kasih sayanglah yang akan menuntun dan melanjutkan seseorang untuk mengetahui apa itu arti cinta yang sesungguhnya. Setiap orang memang mempunyai pengertian cinta yang berbeda, tergantung individu itu sendiri yang mengalami suatu kejadian atau pengalaman yang ia alami.
Dr. Sarwito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta memiliki 3 unsur, yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Ketertarikan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman adalah adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku untuk menunjukkan bahwa seseorang itu dengan seseorang lainnya sudah tidak ada jarak lagi. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin mengenal lebih dekat dengan seseorang yang dekat dengan kita. Biasanya kemesraan ditunjukkan dengan perilaku saling bersentuhan maupun dengan ucapan atau kata-kata yang lebih mendalam.








Sumber : 
https://anazarfaqih.wordpress.com/2013/12/01/tugas-kelompok-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-cinta-kasih/
https://pingkancahya.wordpress.com/2013/10/15/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-cinta-kasih/
 

Minggu, 11 Januari 2015

Review Film "MERANTAU"



Pengertian Ilmu Sosial

            Ilmu social dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah – masalah social yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social. pengetahuan yg menelaah masalah2 sosial, khususnya masalah – masalah yg diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori – teori yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu – ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah).

Review Film "Merantau"
            Film ini mengambil latar berupa tradisi merantau yang sangat lekat dalam kebudayaan Minangkabau. Bahkan hingga sekarang, tradisi ini masih kerap dilakukan oleh lelaki-lelaki muda Minangkabau. Pergi jauh dari tempat asalnya, biasanya ke kota-kota besar, untuk mencari kekayaan, pengalaman, dan pengetahuan-pengetahuan baru sebagai bekal sebelum akhirnya kembali pulang dan mengabdi di tanah asalnya.
Latar tradisi itulah yang hendak digambarkan dalam fragmen-fragmen awal dalam film ini. Sayangnya memang, Sutradara Gareth Evans sepertinya kurang mampu menampilkan setting budaya yang melatari tradisi tersebut. Kecuali dari dialog antara Wulan, sang ibu, yang diperankan Christine Hakim dengan Yuda yang diperankan Iko Uwais, pemirsa yang tidak memiliki pengetahuan akan kebudayaan Minang, barangkali tidak akan mengerti mengapa Yuda memilih meninggalkan tanah kelahirannya yang subur, meninggalkan ibunya yang begitu penyayang, dan kakaknya yang begitu berwibawa.
Atas dasar tradisi itulah Yuda memilih untuk merantau ke Jakarta. Dia berniat menggunakan kepandaiannya mengajar silat sebagai bekal hidupnya di Jakarta. Dalam perjalanan ke Jakarta, Yuda bertemu dengan Erik, seorang pria yang mengaku pernah memiliki cita-cita yang sama dengan yang disampaikan Yuda.
Kamu sadarkan kepalamu itu dari mimpi-mimpi belaka. Karena hidup tidak cukup dengan hanya ngajar sile. Percayo sama awak, awak lah pernah mencobanyo. Saran awak, sebaiknya kamu pergunakan kepandaianmu itu untuk hal lain dan carilah duit di tempat yang berbeda. Di perantauan ini tidak seperti di kelas waktu kamu sekolah nyo. Tidak ado yang mudah dibeli,” tutur Erik.
Sesampainya di Jakarta, tidak butuh waktu yang lama bagi Yuda untuk memahami perkataan Erik. Dia tidak hanya gagal menemukan rumah saudaranya yang hendak dia tumpangi sementara, dia juga terpaksa berurusan dengan anak kecil yang mencuri dompetnya. Anak itu lari dan dikejar hingga dapat oleh Yuda.
Seusai berhasil kembali meraih kembali dompetnya dari tangan pencopet kecil, Yuda justru bertemu dengan Astri yang sedang diancam oleh John. Asti adalah penari di klub yang dikelola John. Astri itulah kakak dari Adit, anak kecil yang barusan mencuri dompetnya.
Pertemuan itulah yang menyeret Yuda dalam urusan yang lebih besar. John adalah bagian dari sindikat yang memperdagangkan sekaligus mempekerjakan perempuan-perempuan sebagai pekerja seks komersial. John juga berjaringan dengan sindikat perdagangan perempuan yang lebih besar. John pulalah yang hendak menjual Astri pada boss-nya, seorang bule bernama Ratger.
Sejak pertemuan itu, plot yang tadinya lambat berubah menjadi cepat. Adegan-adegan perkelahian terjadi berulangkali di beberapa tempat yang berbeda. Awalnya Yuda berhasil membebaskan Astri yang sudah hampir dijual kepada Ratger. Namun keinginan Astri untuk mengambil uang tabungan yang disimpan di kontrakannya menyebabkan mereka kembali berurusan dengan sindikat yang masih menginginkan Astri.
Keberhasilan tidak datang dua kali. Kali ini, sindikat berhasil menculik Astri dan membawanya ke apartemen yang ditempati Ratget. Pada saat itu, Yuda masih sibuk meladeni tukang-tukang pukul Ratger yang kini jumlahnya jauh lebih banyak. Adit yang menyaksikan kakaknya diculik kaki-tangan Ratger menuturkan kejadian itu pada Yuda yang kembali mengejar para penculik tersebut hingga ke apartemen Ratger.
Di apartemen tersebut, Yuda bertemu dengan Erik, pria yang sempat berbincang dengannya saat perjalanan menuju Jakarta. Erik adalah salah-seorang tukang-pukul bayaran yang ditugaskan mengamankan Ratger dari incaran Yuda. Perkelahian mereka berujung pada kekalahan Erik namun nyawa Erik justru hilang oleh peluru-peluru dari tukang-pukul Ratger yang lain.
Pengejaran terus berlanjut hingga sampai pada sebuah kawasan gudang kontainer. Astri yang merana setelah diperkosa Ratger dimasukkan ke dalam kontainer itu bersama puluhan perempuan muda lainnya.
Perkelahian pun kembali terjadi. Puluhan orang menyerang Yuda namun semuanya bisa dikalahkan. Pada akhirnya Ratger dan temannya lah yang berurusan dengan Yuda. Perkelahian tangan kosong kemudian berubah menjadi menggunakan senjata berupa pipa besi. Temannya Ratger tewas setelah pipa yang dipegangnya justru menancap tepat di dadanya.
Saat pertarungan tinggal berdua, Yuda hampir kalah jika saja dia tidak mendapatkan bisikan ajaib dari Asti. Ratger pun bisa dikalahkan, meski tidak sampai dibunuh.
Saat Ratger telah berhasil dilumpuhkan, Yuda kemudian membuka pintu kontainer dan membebaskan perempuan-perempuan yang disekap di dalamnya. Saat yang tertinggal hanyalah Astri, tiba-tiba Ratger kembali menyerang. Kali ini serangannya mematikan, pipa besi berhasil dia tusukkan di perut Yuda. Sebelum tewas, pukulan dan tendangan balasan Yuda diarahkan leher Ratger hingga membuatnya mati. Yuda pun akhirnya tewas diiringi tangisan Astri.
Cerita ini berakhir dengan kisah Astri dan adiknya yang akhirnya pulang ke kampung halaman Yuda dan ditutup dengan kesedihan sang ibu yang ditinggal mati anaknya.

Hubungan antara film dan ilmu sosial dasar
            Dalam film ini mengandung ilmu sosial yang mengajarkan kita bahwa di mana pun kita berada kita harus tetap bersiosialisasi dengan lingkungan kita, dan kita harus saling menghargai satu sama lain. Dan dalam film ini kita bisa mempelajari tentang pertemanan yang sesungguhnya, mengajari kita untuk tidak mudah percaya dengan orang yang baru kita kenal, dan mengajari kita untuk tidak menyianyiakan kesempatan karena kesempatan tidak akan datang dua kali. Serta dalam film ini juga kita dapat mengerti bahwa kita tidak perlu takut bermimpi dan takut saat kita tahu bahwa mimpi tersebut sangat sulit dicapai karena semakin tinggi cita-cita semakin sulit pula meraihnyya oleh karena itu harus percaya dan terus berusaha untuk mewujudkannya.





Sumber :
https://adhamology.wordpress.com/2014/07/01/15-film-indonesia-terfavorit-2000-2014/

http://wisnuardiansyah.wordpress.com/2010/10/03/pengertian-isd-ilmu-sosial-dasar/

http://hiburan.kompasiana.com/gosip/2010/03/22/review-film-merantau-99757.html

Rabu, 05 November 2014

Kebudayaan yang masuk ke Indonesia dan pengaruhnya



            Kebudayaan suatu negara atau wilayah tidak terbentuk secara murni. Artinya, kebudayaan bukan hanya merupakan hasil interaksi dalam masyarakat, namun juga telah terpengaruh dan bercampur dengan unsur kebudayaan dari luar. Pengaruh budaya asing terjadi pertama kali saat suatu bangsa berinteraksi dengan bangsa lain. Misalnya, melalui perdagangan dan penjajahan. Dalam proses interaksi tersebut terjadi saling memengaruhi unsur budaya antarbangsa.

            Pada awalnya, perhatian para sarjana antropologi untuk memahami bagaimana unsur kebudayaan asing bisa masuk ke Indonesia adalah melalui penelusuran sejarah mengenai kedatangan bangsa-bangsa asing ke Indonesia yang bertujuan untuk melakukan kolonisasi. Pada masa kolonial Belanda diterapkan sistem administrasi, seperti kelurahan, kawedanan, desa, dan dusun yang sampai sekarang masih tetap berlaku. Pengaruh budaya asing lainnya yang bersifat positif adalah budaya baca tulis yang mulai diterapkan pada masyarakat di segala lapisan sosial.

Budaya asing tidak harus selalu diartikan budaya yang berasal dari luar negeri, seperti budaya barat. Namun, tidak bisa disangkal bahwa budaya barat berupa makanan, mode, seni, dan iptek memang telah banyak memengaruhi budaya masyarakat di Indonesia. Pada abad ke- 20 dan ke-21, pengaruh budaya asing di Indonesia dapat terlihat  melalui terjadinya gejala globalisasi. Dalam proses globalisasi terjadi penyebaran unsur-unsur budaya asing dengan cepat melalui sarana   teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi.

1. Faktor Sejarah
Indonesia terletak di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta dua samudra, Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Karena letak geografis tersebut, Indonesia terletak di persimpangan jalan yang banyak disinggahi orang-orang asing. Akibatnya, Indonesia banyak menerima pengaruh unsur kebudayaan asing, seperti dari India, Cina, dan Eropa. Hubungan dengan masyarakat luar tersebut menyebabkan bertambahnya keaneka- ragaman kebudayaan Indonesia. Kebudayaan Indonesia terdiri atas unsur kebudayaan asli, yaitu kebudayaan nenek moyang pada zaman prasejarah dan unsur kebudayaan dari luar, seperti kebudayaan Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen. Itulah sebabnya, kebudayaan Indonesia banyak yang diwarnai budaya asing. Misalnya, dalam gaya hidup, cara berpakaian, seni musik, dan seni tari. Pengaruh Hindu sangat terasa dalam susunan negara dan pemerintah, terutama mengenai kedudukan raja-raja pada zaman dahulu yang dianggap sebagai keturunan dewa yang bersifat turun-temurun. Dengan masuknya Hindu, rakyat Indonesia dapat belajar membaca dan menulis dengan huruf Palawa dan bahasa Sanskerta. Akibat pengaruh Hindu dan Buddha maka seni bangunan candi berkembang pesat, seperti dengan berdirinya Candi Borobudur, Prambanan, dan Mendut. Selain itu, agama Islam juga banyak memengaruhi masyarakat Indonesia. Hampir sebagian besar penduduk Indonesia terpengaruh budaya Islam. Bahkan di daerah Aceh, Banten, Cirebon, Demak, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Barat Islam berkembang pesat, terutama pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangsa Eropa di samping membawa pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi juga menyebarkan agama Kristen.

Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, Indonesia telah memasuki era globalisasi. Kemajuan teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi telah menyebabkan masuknya pengaruh budaya dari seluruh penjuru dunia dengan cepat ke Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,  globalisasi adalah proses terbentuknya sistem organisasi dan sistem komunikasi antar- masyarakat di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk mengikuti sistem serta kaidah-kaidah yang sama. Pada era globalisasi, peristiwa yang terjadi di suatu negara dapat diketahui dengan cepat oleh negara lain melalui media massa, seperti televisi, radio, surat kabar atau internet.

Globalisasi berlangsung melalui saluran-saluran tertentu, seperti media massa, pariwisata internasional, lembaga perdagangan dan industri internasional, serta lembaga pendidikan dan ilmu penge- tahuan. Saluran-saluran globalisasi, antara lain sebagai berikut.

a. Media Massa
Arus globalisasi diperoleh melalui media komunikasi massa, seperti radio, televisi, surat kabar, film, dan internet. Globalisasi melalui media massa telah membuat dunia menjadi seolah-olah tanpa batas.  Melalui media massa, seperti televisi yang disiarkan dalam jaringan satelit, peristiwa bencana Tsu- nami di Aceh pada tahun 2004 dapat diketahui di seluruh dunia. Demikain juga dengan perkembangan internet yang telah memudahkan perkembangan iptek dengan adanya kemudahan mengakses  berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia dengan murah dan cepat. Selain itu, dalam arus globalisasi, terjadi perubahan perilaku masyarakat di bidang mode pakaian, peralatan hidup, dan makanan akibat pengaruh penyebaran informasi  dari luar negeri  melalui media massa.

b. Pariwisata Internasional
Berkembangnya sektor pariwisata internasional juga berpengaruh terhadap penyebaran arus globalisasi. Kegiatan pariwisata internasional yang melibatkan banyak negara dapat dilakukan dengan mudah karena adanya kemajuan sarana transportasi dan telekomunikasi. Dengan meningkatnya ke- butuhan wisata antarnegara menyebabkan  masuknya devisa yang sangat dibutuhkan untuk membiayai pembangunan suatu negara. Dengan berkembangnya sektor pariwisata internasional, seseorang dapat dengan mudah berpergian dari satu negara ke negara lainnya.

c. Lembaga Perdagangan dan Industri Internasional
Globalisasi dalam perdagangan internasional ditandai dengan adanya pasar bebas. Dalam era pasar bebas, setiap negara akan berlomba-lomba mengembangkan keunggulan komparatifnya untuk menarik para investor dari luar negeri. Era pasar bebas juga ditandai  adanya kebebasan kontak perdagangan antarnegara tanpa dibatasi hambatan fiskal dan tarif. Walaupun setiap negara bebas untuk menjalin hubungan perdagangan, namun tetap diperlukan suatu wadah kerja sama di bidang ekonomi. Misalnya, pendirian dewan kerja sama ekonomi  Asia Pasifik (APEC) dan dewan kerja sama ekonomi Amerika Utara (NAFTA).

Arus globalisasi yang melanda seluruh dunia mempunyai dampak bagi bidang sosial budaya suatu bangsa. Pada awalnya, globalisasi hanya dirasakan di kota-kota besar di Indonesia. Namun dengan adanya kemajuan   teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi globalisasi juga telah menyebar ke seluruh penjuru tanah air. Arus globalisasi yang penyebarannya sangat luas dan cepat tersebut membawa dampak positif dan negatif. Dampak positif globalisasi, antara lain sebagai berikut.
  1. Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang memudahkan kehidupan manusia.
  2. Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional.
  3. Kemajuan teknologi memengaruhi tingkat pemanfaatan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkesinambungan.
  4. Kemajuan iptek membuat bangsa Indonesia mampu menguasai iptek sehingga bangsa Indonesia mampu sejajar dengan bangsa lain.


Globalisasi juga mempunyai dampak negatif, antara lain sebagai berikut.
  1. Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri (individualisme) sehingga kegiatan gotong royong dan kebersamaan dalam masyarakat mulai ditinggalkan.
  2. Terjadinya sikap materialisme, yaitu sikap mementingkan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi karena  hubungan sosial dijalin berdasarkan kesamaan kekayaan, kedudukan sosial atau jabatan. Akibat sikap materialisme,  kesenjangan sosial antara golongan kaya dan miskin semakin lebar.
  3. Adanya sikap sekularisme yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama.
  4. Timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena  status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya.
  5. Tersebarnya nilai-nilai budaya  yang melanggar  nilai-nilai kesopanan dan budaya bangsa melalui media massa seperti tayangan- tayangan film yang mengandung unsur pornografi  yang disiarkan televisi asing yang dapat ditangkap melalui antena parabola atau situs-situs pornografi di internet.
  6. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa, yang dibawa para wisatawan asing. Misalnya, perilaku  seks bebas (free sex).


Gejala individualisme di perkotaan, mobilitas penduduk yang tinggi serta efisiensi merupakan kebiasaan hidup masyarakat kota yang telah terpengaruh budaya asing. Namun, tidak bisa disangkal bahwa semua itu adalah karena pengaruh modernitas kehidupan manusia. Kebutuhan manusia yang semakin beragam dan penghargaan atas waktu menjadikan efisiensi dan kepraktisan sebagai sesuatu yang penting untuk manusia.

Dengan demikian, segala kebiasaan yang bersifat rumit disederhanakan agar lebih efisien.

Di Indonesia, modernitas adalah salah satu konsep yangmenunjukkan adanya interaksi antara budaya lokal dan budaya asing. Ciri-ciri modernitas adalah mobilitas sosial yang tinggi, efisiensi, dan sikap individualisme. Hal-hal tersebut tidak bisa dipungkiri telah memengaruhi kehidupan manusia. Namun, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dampak positif dan negatif. Individualisme berdampak negatif apabila mendorong individu untuk bekerja secara lebih produktif. Namun, di sisi lain individualisme juga berdampak pada timbulnya sikap mementingkan diri sendiri. Selain itu, sebagai dampak individualisme, kegiatan gotong royong dan bentuk-bentuk kelembagaan sosial lainnya mulai diabaikan. Dengan demikian, modernitas tidaklah harus dinilai secara positif atau negatif karena hal itu tergantung pada bagaimana masyarakat dan individu memberikan penilaian sesuai dengan konteks kebudayaannya.

Namun, sebenarnya kemodernan tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan nilai-nilai  kebersamaan, empati, dan solidaritas sosial. Oleh karena itu, setiap individu harus memiliki kesadaran untuk tetap menghargai nilai-nilai tersebut. Perwujudan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas sosial dalam masyarakat memang tidak bisa diterapkan secara kaku. Misalnya, lebih sulit untuk menerapkan sikap tersebut di dalam masyarakat perkotaan. Hal itu disebabkan sikap individualisme dan budaya materialisme yang lebih tinggi pada masyarakat perkotaan. Oleh karena itu, perwujudan sikap empati sosial di dalam masyarakat perkotaan tidak bisa diterapkan dengan meniru kebersamaan masyarakat di daerah pedesaan. Perwujudan sikap empati sosial tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk tindakan untuk membantu sesama yang mengalami musibah bencana alam. Contohnya pada saat terjadinya bencana tsunami di Aceh, gempa Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan bencana banjir di Jakarta tahun 2007, sikap kegotongroyongan dan kebersamaan  diwujudkan warga masya- rakat dalam berbagai bentuk kegiatan sosial untuk meringankan penderitaan korban bencana alam.

Dampak / Pengaruh Positif bagi Kebudayaan Nasional

Kebudayaan asing menjadi baik bagi kebudayaan nasional ketika kebudayaan asing mampu memberi masukan kebudayaan yang sesuai dengan kepribadian kebudayaan nasional. Selain itu, kebudayaan nasional menjadi menguntungkan bagi kebudayaan nasional ketika mampu menyumbangkan nilai lebih bagi kebudayaan nasional. Kebudayaan asing menjadi berguna bagi kebudayaan nasional manakala kebudayaan asing tersebut diterima di dalam insan pelaku kebudayaan nasional. Salah satu contoh kebudayaan asing yang memberi masukan kebudayaan yang sesuai dengan kepribadian nasional adalah agama. Banyak agama yang masuk ke Indonesia sesuai dengan kepribadian bangsa, sehingga hampir seluruh agama yang masuk ke Indonesia dapat berkembang dengan baik. Sementara itu, salah satu contoh kebudayaan asing yang memberi
nilai lebih bagi kebudayaan nasional adalah masuknya teknologi tinggi bagi Indonesia. Teknologi mampu membantu manusia pada segala bidang. Nilai lebih didapatkan karena teknologi asing mampu memberi bantuan bagi keseharian hidup manusia. Adapun salah satu contoh kebudayaan asing yang berguna bagi kebudayaan nasional adalah lemari es. Lemari es berguna menampung, mendinginkan, membekukan, dan mengawetkan sesuatu.




Sumber :

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/02/pengaruh-budaya-asing-yang-masuk-ke-indonesia-generasi-muda.html

http://pengertianadalahdefinisi.blogspot.com/2013/09/makalah-budaya-asing-di-indonesia-dan.html